Sabtu, 15 Desember 2012

PRIMER




PENCEMARAN AIR LAUT

 



BAB I
PENDAHULUAN
 
 
1.1              Latar Belakang
Akhir-akhir ini persaingan industri antar bangsa sangat maju dengan pesat. Pembangunan industri-insdustri kecil maupun besar banyak sekali bermunculan. Salah satu faktor pendukung sebuah  negara dapat maju harus memilki pembangunan industri, dengan adanya dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat mensejahterakan dan mengangkat derajat hidup masyarakat.
Namun dibalik semua ini ada dampak negatif dari pembangunan industri, antara lain, semakin cepat terkurasnya SDA, menimbulkan kesenjangan antar wilayah, dapat memberikan pencemaran bagi lingkungan baik tanah, udara, maupun air dan masih banyak lagi dampak negatif yang di timbulkan oleh pembangunan industri ini. Namun di makalah ini cuma akan dijelaskan mengenai pencemaran air laut.
Dikatakan industri mengahasilkan dampak pencemaran air laut lebih banyak khususnya air laut, karena banyak sekali industri yang menghasilkan limbah berupa logam berat dan tingkat toksisnya sangat tinggi. Seperti logam-logam berat  arsen (As), kadmium (Cd), berilium (Be), Boron (B), tembaga (Cu), fluor (F), timbal (Pb), air raksa (Hg), selenium (Se), seng (Zn), da juga yang berupa oksida-oksida karbon (CO dan CO2), oksidaoksida nitrogen (NO dan NO2), oksida-oksida belerang (SO2 dan SO3), H2S, asam sianida (HCN), senyawa/ion klorida, partikulat padat seperti asbes, tanah/lumpur, senyawa hidrokarbon seperti metana, dan heksana. Bahan-bahan pencemar ini terdapat dalam air, ada yang berupa larutan ada pula yang berupa partikulat-partikulat, yang masuk melalui bahan makanan yang terbawa ke dalam pencernaan atau melalui kulit.
Selain limbah industri ternyata limbah keluarga juga membawa dampak negatif bagi kehidupan di air laut, seperti buang tinja, diterjen, pembuangan sampah berupa kaleng plastik juga dapat membuat pencemaran air luat.


1.2              Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan suatu permasalahan, yaitu : Bagaimana cara penanggulangan pencemaran air laut yang berasal dari baik limbah industri maupun limbah rumah tangga?

1.3              Tujuan atau Manfaat
Dalam sebuah tulisan pasti memiliki sebuah tujuan atau manfaat bagi pembaca maupun bagi penulis sendiri, begitu pula halnya dengan makalah ini memilki tujuan atau manfaat, selain untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu kealaman dasar juga memiliki tujuan atau manfaat lain, antara lain:
1.      memberikan gambaran dampak pencemaran air laut.
2.      memberikan gambaran unsur-unsur berbahaya yang dapat mencemarkan air laut.
3.      memberikan gambaran bagaimana cara-cara menanggulangi pencemaran air laut.
Dari beberapa tujuan ini akan ditemukan pada pembahasan dalam bab selanjutnya



https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQd98Dc9TKRB9elK7nmXrzosUT35pyH2hnFeDCSaCJIdZjXd3gc_w



BAB II
PEMBAHASAN

2.1              Pencemaran Air Laut

Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahkluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
            Pencemaran air disebabkan oleh banyak faktor, namun secara umum sumber-sumber pencemaran air dapat dikelompokan ke dalam dua kategori yaitu sumber langsung dan sumber tidak langsung. Sumber-sumber langsung adalah buangan (effluent) yang berasal dari sumber pencemarnya yaitu limbah hasil pabrik atau suatu kegiatan dan limbah domestik berupa buangan tinja dan buangan air bekas cucian, serta sampah.  Sedangkan sumber-sumber tak langsung adalah kontaminan yang masuk melalui air tanah akibat adanya pencemaran pada air permukaan baik dari limbah industri maupun dari limbah domestik.
Pencemaran air laut diatur secara hukum karena air laut merupakan milik umum yang penguasaannya dimandatkan kepada Pemerintah. Pencemaran air laut perlu dikendalikan karena akibat pencemaran air dapat mengurangi pemanfaatan air sebagai modal dasar dan faktor utama pembangunan, di samping itu air laut merupakan lahan nafkah para nelayan.

2.2              Bahan-Bahan Pencemar Air Laut
a.       Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang mengandung senyawa organik, misalnya sampah industri makanan, sampah industri gula tebu, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan), kotoran manusia dan kotoran hewan, tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati. Untuk proses penguraian sampah-sampah tersebut memerlukan banyak oksigen, sehingga apabila sampah-sampah tersbut terdapat dalam air, maka perairan (sumber air) tersebut akan kekurangan oksigen, ikan-ikan dan organisme dalam air akan mati kekurangan oksigen. Selain itu proses penguraian sampah yang mengandung protein (hewani/nabati) akan menghasilkan gas H2S yang berbau busuk, sehingga air tidak di gunakanC, H, S, N, + O2 —–> CO2 + H2O + H2S + NO +  NO2.
b.      Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit, yaitu bahan pencemar yang mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit. Bahan pencemar ini berasal dari limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran hewan/manusia.
c.       Bahan pencemar senyawa anorganik/mineral misalnya logam-logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), Timah hitam (pb), tembaga (Cu), garam-garam anorganik. Bahan pencemar berupa logam-logam berat yang masuk ke dalam tubuh biasanya melalui makanan dan dapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut.
d.      Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yaitu senyawa organik berasal dari pestisida, herbisida, polimer seperti plastik, deterjen, serat sintetis, limbah industri dan limbah minyak. Bahan pencemar ini tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme, sehingga akan menggunung dimana-mana dan dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan mahluk hidup.
e.       Bahan pencemar berupa makanan tumbuh-tumbuhan seperti senyawa nitrat, senyawa fosfat dapat menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dengan pesat sehingga menutupi permukaan air. Selain itu akan mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme dalam air, karena kadar oksigen dan sinar matahari berkurang. Hal ini disebabkan oksigen dan sinar matahari yang diperlukan organisme dalam air (kehidupan akuatik) terhalangi dan tidak dapat masuk ke dalam air.
f.        Bahan pencemar berupa zat radioaktif, dapat menyebabkan penyakit kanker, merusak sel dan jaringan tubuh lainnya. Bahan pencemar ini berasal dari limbah PLTN dan dari percobaan-percobaan nuklir lainnya.
g.       Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas), berasal dari limbah pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai pendingin. Bahan pencemar panas ini menyebabkan suhu air meningkat tidak sesuai untuk kehidupan akuatik (organisme, ikan dan tanaman dalam air). Tanaman, ikan dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik. Untuk proses penguraian senyawa organik ini memerlukan oksigen, sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air.

2.3              Pengaruh Pencemaran Air Laut Terhadap kehidupan
Apabila sumber air tempat kehidupan akuatik (air laut) tercemar, maka siklus makanan dalam air terganggu dan ekosistem air/kehidupan akuatik akan terganggu pula. Misalnya organisme yang kecil/lemah seperti plankton banyak yang mati karena banyak keracunan bahan tercemar, ikan-ikan kecil pemakan plankton banyak yang mati karena kekurangan makanan, demikian pula ikan-ikan yang lebih besar pemakan ikan-ikan kecil bila kekurangan makanan akan mati.
Telah dijelaskan di atas bahwa bayak sekali unsur-unsur kimia yang dapat merubah air laut tidak berfungsi lagi seperti : logam-logam berat seperti arsen (As), kadmium (Cd), berilium (Be), Boron (B), tembaga (Cu), fluor (F), timbal (Pb), air raksa (Hg), selenium (Se), seng (Zn), da juga yang berupa oksida-oksida karbon (CO dan CO2), oksidaoksida nitrogen (NO dan NO2), oksida-oksida belerang (SO2 dan SO3), H2S, asam sianida (HCN), senyawa/ion klorida, partikulat padat seperti asbes, tanah/lumpur, senyawa hidrokarbon seperti metana, dan heksana. Bahan-bahan pencemar ini terdapat dalam air, ada yang berupa larutan ada pula yang berupa partikulat-partikulat, yang masuk melalui bahan makanan yang terbawa ke dalam pencernaan atau melalui kulit.
Bahan pencemar unsur-unsur di atas terdapat dalam air laut ataupun dalam air limbah. Walaupun unsur-unsur di atas dalam jumlah kecil esensial/diperlukan dalam makanan hewan maupun tumbuh-tumbuhan, akan tetapi apabila jumlahnya banyak akan bersifat racun, contoh tembaga (Cu), seng (Zn) dan selenium (Se) dan molibdium esensial untuk tanaman tetapi bersifat racun untuk hewan.
a.       Pengaruh Hg (merkuri) dalam kehidupan
Air Raksa atau Mercury (Hg) adalah salah satu logam berat dalam bentuk cair. Terjadinya pencemaran mercury di perairan laut lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia dibanding faktor alam. Meskipun pencemaran mercury dapat terjadi secara alami tetapi kadarnya sangat kecil. Pencemaran mercury secara besar-besaran disebabkan karena limbah yang dibuang oleh manusia.
Manusia telah menggunakan mercury oksida (HgO) dan mercury sulfida (HgS) sebagai zat pewarna dan bahan kosmetik sejak jaman dulu. Dewasa ini mercury telah digunakan secara meluas dalam produk elektronik, industri pembuatan cat, pembuatan gigi palsu, peleburan emas, sebagai katalisator, dan lain-lain. Penggunaan mercury sebagai elektroda dalam pembuatan soda api dalam industri makanan seperti minyak goreng, produk susu, kertas tima, pembungkus makanan juga kadang mencemari makanan tersebut.
Methyl mercury ini masuk ke dalam tubuh organisme laut baik secara langsung dari air maupun mengikuti rantai makanan. Kemudian mencapai konsentrasi yang tinggi pada daging kerang-kerangan, crustacea dan ikan yang merupakan konsumsi sehari-hari bagi masyarakat Minamata. Konsentrasi atau kandungan mercury dalam rambut beberapa pasien di rumah sakit Minamata mencapai lebih 500 ppm. Masyarakat Minamata yang mengonsumsi makanan laut yang tercemar tersebut dalam jumlah banyak telah terserang penyakit syaraf, lumpuh, kehilangan indera perasa dan bahkan banyak yang meninggal dunia.

b.      Pengaruh Cd (kadium)
Kadmium (Cd) menjadi populer sebagai logam berat yang berbahaya setelah timbulnya pencemaran sungai di wilayah Kumamoto Jepang yang menyebabkan keracunan pada manusia. Pencemaran kadmium pada air minum di Jepang menyebabkan penyakit “itai-itai”. Gejalanya ditandai dengan ketidak-normalan tulang dan beberapa organ tubuh menjadi mati. Keracunan kronis yang disebabkan oleh Cd adalah kerusakan sistem fisiologis tubuh seperti pada pernapasan, sirkulasi darah, penciuman, serta merusak kelenjar reproduksi, ginjal, jantung dan kerapuhan tulang.
Kadmium telah digunakan secara meluas pada berbagai industri antara lain pelapisan logam, peleburan logam, pewarnaan, baterai, minyak pelumas, bahan bakar. Bahan bakar dan minyak pelumas mengandung Cd sampai 0,5 ppm, batubara mengandung Cd sampai 2 ppm, pupuk superpospat juga mengandung Cd bahkan ada yang sampai 170 ppm. Limbah cair dari industri dan pembuangan minyak pelumas bekas yang mengandung Cd masuk ke dalam perairan laut serta sisa-sisa pembakaran bahan bakar yang terlepas ke atmosfir dan selanjutnya jatuh masuk ke laut. Konsentrasi Cd pada air laut yang tidak tercemar adalah kurang dari 1 mg/l atau kurang dari 1 mg/kg sedimen laut.
c.       Pengaruh Tb (Timbal)
Timbal (Pb) juga salah satu logam berat yang mempunyai daya toksitas yang tinggi terhadap manusia karena dapat merusak perkembangan otak pada anak-anak, menyebabkan penyumbatan sel-sel darah merah, anemia dan mempengaruhi anggota tubuh lainnya. Pb dapat diakumulasi langsung dari air dan dari sedimen oleh organisme laut. Dewasa ini pelepasan Pb ke atmosfir meningkat tajam akibat pembakaran minyak dan gas bumi yang turut menyumbang pembuangan Pb ke atmosfir. Selanjutnya Pb tersebut jatuh ke laut mengikuti air hujan. Dengan kejadian tersebut maka banyak negara di dunia mengurangi tetraeil Pb pada minyak bumi dan gas alam untuk mengurangi pencemaran Pb di atmosfir.

Air merupakan kebutuhan primer bagi kehidupan di muka bumi terutama bagi manusia seperti saran jalan ranportasi laut, alat pembangkit listrik, tempat budidiya biota laut. Oleh karena itu apabila air laut yang akan digunakan mengandung bahan pencemar akan mengganggu kesehatan manusia, menyebabkan keracunan bahkan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian apabila bahan pencemar itu tersebut menumpuk dalam jaringan tubuh manusia. Bahan pencemar yang menumpuk dalam jaringan organ tubuh dapat meracuni organ tubuh tersebut, sehingga organ tubuh tidak dapat berfungsi lagi dan dapat menyebabkan kesehatan terganggu bahkan dapat sampai meninggal.
Selain bahan pencemar air laut seperti tersebut di atas ada juga bahan pencemar berupa bibit penyakit (bakteri/virus) misalnya bakteri coli, disentri, kolera, typhus, para typhus, lever, diare dan bermacam-macam penyakit kulit. Bahan pencemar ini terbawa air permukaan seperti air sungai dari buangan air rumah tangga, air buangan rumah sakit,  membawa kotoran manusia atau kotoran hewan, yang bermuara di air laut.

2.4              Langkah-Langkah Untuk Menanggulangi Pencemaran Air Laut
Seperti telah dijelas sebelumnya, pencemaran air laut peroses kejadiaanya dikelompokkan kedalam dua kelompok, pencemara yang terjadi secara lansung maupun secara tidak lansung, bahan yang sama. Pencemaran ini dapat kita tanggulangi dengan cara:
1.      Tidak membuang limbah industri ke air laut
2.      Tidak mebuang limbah keluarga ke air laut
3.      Mengembangkan kesadaran masyarakat dalam membina lingkungan yang baik dan sehat.
4.      Rehabilitasi/penanaman hutan bakau dan pengamanan terumbu karang yang rusak terutama di daerah wisata laut.
5.      Penanggulangan dan pencegahan terhadap kemungkinan masuknya pembuangan limbah dari luar negeri.
6.      Pembangunan industri ke arah kegiataan industri yang berwawasan lingkungan.
a.       Memilih teknologi yang hemat bahan baku dan energi yang tidak/sedikit menghasilkan limbah dan tidak merusak lingkungan.
b.      Memilih lokasi yang sesuai dengan tata ruang dan daya dukung lingkungan.
c.       Memenuhi persyaratan pembuangan limbah.
d.      Melaksanakan upaya seminim mungkin limbah yang dihasilkan dan hasil kegiatan tersebut.

BAB III
PENUTUP

3.1              Kesimpulan
            Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau komponen lain ke lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Pencemaran air disebabkan oleh banyak faktor, namun secara umum sumber-sumber pencemaran air dapat dikelompokan ke dalam dua kategori yaitu sumber langsung dan sumber tidak langsung.
Telah dijelaskan di atas bahwa bayak sekali unsur-unsur kimia yang dapat merubah air laut tidak berfungsi lagi seperti : logam-logam berat seperti arsen (As), kadmium (Cd), berilium (Be), Boron (B), tembaga (Cu), fluor (F), timbal (Pb), air raksa (Hg), selenium (Se), seng (Zn), da juga yang berupa oksida-oksida karbon (CO dan CO2), oksidaoksida nitrogen (NO dan NO2), oksida-oksida belerang (SO2 dan SO3), H2S, asam sianida (HCN), senyawa/ion klorida, partikulat padat seperti asbes, tanah/lumpur, senyawa hidrokarbon seperti metana, dan heksana. Bahan-bahan pencemar ini terdapat dalam air, ada yang berupa larutan ada pula yang berupa partikulat-partikulat, yang masuk melalui bahan makanan yang terbawa ke dalam pencernaan atau melalui kulit.
Dan berbagai cara unuk menaggulangi pencemaran air laut, antara lain;
1.      Tidak membuang limbah industri ke air laut
2.      Tidak mebuang limbah keluarga
3.      Mengembangkan kesadaran masyarakat dalam membina lingkungan yang baik dan sehat.
4.      Rehabilitasi/penanaman hutan bakau dan pengamanan terumbu karang yang rusak terutama di daerah wisata laut.
5.      Penanggulangan dan pencegahan terhadap kemungkinan masuknya pembuangan limbah dari luar negeri.
6.      Pembangunan industri ke arah kegiataan industri yang berwawasan lingkungan.
3.2              Saran
Dalam makalah ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakt ikut serta menjaga dan meleestarikan kehidupan di air laut, karena air laut sangat memiliki peranan penting bagi kehidupan mahluk hidup terutama manusia itu sendiri. Sekarang banyak sekali jenis penyakit yang timbul akibat pencemaran air khususnya air laut. Seperti penyakit kulit, terserang penyakit syaraf, lumpuh, kehilangan indera perasa dan bahkan banyak yang meninggal dunia. Oleh karena itu kita marilah kita sadar dari sekarang akibat bahan-bahan berbahaya yang mencemari air laut.

DAFTAR PUSTAKA

http://Bioremoval, Metode Alternatif Untuk Menanggulangi Pencemaran Logam Berat _ Chem-Is-Try.Org _ Situs Kimia Indonesia _.html,oleh Johan Angga Putra, diakses pada tanggal 2 November 2009.
http://dampak-pencemaran-pantai-dan-laut.html. oleh Fajar. diakses pada tanggal 2 November 2009.
http://Pengaruh Pencemaran Air terhadap Hewan, Tumbuh-tumbuhan, dan Tubuh Manusia _ Chem-Is-Try.Org _ Situs Kimia Indonesia _.htm. oleh Achmad lutfi, diakases pada tanggal 2 November 2009.
http:///zat-pencemar-air.html. oleh Dedy Rachman, diakses pada tanggal 2 November 2009.
http://pendahuluan-strategi-pengelolaan.html. oleh Antonjo, diakses pada tanggal 31 Oktober 2009.
http://cakrad_cetak.php.htm. oleh Suprijanto, diakses pada tanggal 31 Oktober 2009.
http://.google.com/logam berat sebagai penyumbang pencemaran air laut « Masdony’s Blog.html. oleh Doni Purnomo, diakses pada tanggal 31 Oktober 2009.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar