Selasa, 04 November 2014

TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN



Nama         : Desi Nur Elista
NPM          : 41212890
Kelas          : 3DA01


KOMPONEN PENDUKUNG SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian SIM menurut Indrajit (2001), adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.

PEMBAHASAN

Komponen Sistem

a. Input
Input/masukan merupakan segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya manjadi bahan untuk diproses. Masukan dapat berupa hal-hal berwujud (tampak seperti fisik), maupun yang tidak tampak. Masukan yang berwujud fisik diantaranya: sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana. Sedangkan masukan yang berwujud non fisik adalah informasi kesehatan.

b. Proses
Proses merupakan bagian dari sistem berupa aktivitas untuk mentransformasi/melakukan perubahan dari input/ masukan menjadi output/ keluaran. Pada sistem informasi, proses dapat berupa suatu tindakan seperti: meringkas data, melakukan perhitungan, mengurutkan data, dll.

c. Output
Output/keluaran merupakan hasil dari proses yang menjadi tujuan dari sistem. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, cetakan laporan, saran, dll.

d. Umpan Balik/ Feed Back
Umpan balik adalah output yang dikirim kembali sebagai input yang selanjutnya dimasukkan dalam proses. Umpan balik ini bertujuan untuk mengatur sistem agar berjalan sesuai dengan tujuan. Pada sistem informasi, umpan balik dapat diperoleh dari setiap pemakai, misalnya: hasil keluaran menunjukkan bahwa tujuan dari program tidak tercapai, maka langkah selanjutnya adalah memperbaiki program.

e. Lingkungan
Lingkungan yang dimaksud adalah ruang lingkup dimana sistem dijalankan. Pada sistim informasi kesehatan, khususnya di Puskesmas, maka lingkungan yang berada dalam komponen sistem adalah Puskesmas.

Komponen Sistem Informasi Manajemen

Komponen sistem informasi manajemen adalah seluruh elemen yang membentuk suatu sistem informasi. Komponen sistem informasi terbagi menjadi dua yaitu komponen Sistem informasi manajemen secara fungsional dan sistem informasi manajemen secara fisik :

1. Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fungsional
Komponen sistem informasi adalah seluruh komponen yang berhubungan dengan teknik pengumpulan data, pengolahan, pengiriman, penyimpanan, dan penyajian informasi yang dibutuhkan untuk manajemen, meliputi:

a. Sistem Administrasi dan Operasional
Sistem ini melaksanakan kegiatan-kegiatan rutin seperti bagian personalia, administrasi dan sebagainya dimana telah ditentukan prosedur-prosedurnya dan sistem ini harus diteliti terus menerus agar perubahan-perubahan dapat segera diketahui.

b. Sistem Pelaporan Manajemen
Sistem ini berfungsi untuk membuat dan menyampaikan laporan-laporan yang bersifat periodik kepada pengambil keputusan atau manajer.

c. Sistem Database
Berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi oleh beberapa unit organisasi, dimana database mempunyai kecenderungan berkembang sejalan dengan perkembangan organisasi, sehingga interaksi antar unit akan bertambah besar yang menyebabkan informasi yang dibutuhkan juga akan semakin bertambah.

d. Sistem Pencarian
Berfungsi memberikan data atau informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan sesuai dengan permintaan dan dalam bentuk yang tidak terstruktur.

e. Manajemen Data
Berfungsi sebagai media penghubung antara komponen-komponen sistem informasi dengan database dan antara masing-masing komponen sistem informasi.


2. Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fisik
Komponen Sistem Informasi Manajemen secara fisik adalah keseluruhan perangkat dan peralatan fisik yang digunakan untuk menjalankan sistem informasi manajemen. Komponen-komponen tersebut meliputi:

a. Perangkat keras:
1) Komputer (CPU, Memory)
2) Pesawat Telepon
3) Peralatan penyimpan data (Decoder)

b. Perangkat lunak
1) Perangkat lunak yang umum untuk pengoperasian dan manajemen data
2) Program aplikasi

c. DataBase
1) File-file tempat penyimpanan data dan informasi
2) Media penyimpanan seperti pita komputer, paket piringan.

d. Prosedur pengoperasian
1) Instruksi untuk pemakai, cara yang diperlukan bagi pemakai untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan
2) Instruksi penyiapan data sebagai input
3) Instruksi operasional

e. Personalia pengoperasian
1) Operator
2) Programmer
3) Analisa sistem
4) Personalia penyiapan data
5) Koordinator operasional SIM dan pengembangannya.

PENUTUP
Kesimpulannya adalah komponen pendukung SIM  ini harus dikembangkan secara optimal, seperti perangkat keras, perangkat lunak, database, dll.

REFERENSI

Rabu, 08 Oktober 2014

TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Nama : Desi Nur Elista
NPM   : 41212890
Kelas  : 3DA01


Pengertian

Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.

Fungsi

Manajemen membutuhkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang akan dilakukan sumber informasi eksternal dan informasi internal. Informasi internal dapat diperoleh dari sistem informasi berupa informasi yang dihasilkan dari operasi pengolahan data elektronik (PDE) dan informasi Non PDE.


Nama Tempat Magang  : Kantor Pusdiklat Keuangan Umum
Alamat                           : Jalan Pancoran Timur II No. 1 Jakarta Selatan 12770

Profil

Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Keuangan Umum merupakan salah satu unit eselon II di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) yang mempunyai tugas membina pendidikan dan pelatihan keuangan negara di bidang selain anggaran, perpajakan, kepabeanan dan cukai, kebendaharaan umum, kekayaan negara dan perimbangan keuangan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan.

Dukungan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen di Pusdiklat

·        E-Learning
Sistem Pembelajaran secara elektronik ini untuk mempermudah pegawai dalam memperoleh pengetahuan/pembelajaran melalui intranet. Hal ini memungkinkan pegawai untuk belajar melalui komputer di unit kerja mereka masing-masing sehingga informasi yang didapat melalui pembelajaran dapat di peroleh dengan mengakses komputer.

·        E-Journal
Fasilitas Journal elektronik yang disediakan di Pusdiklat, baik dalam bentuk file download maupun akses ke laman.

·        Digital Library
Fasilitas Akses Koleksi baru elektronik yang dimiliki oleh perpustakaan di Pusdiklat.

·        Sis Diklat
Aplikasi berbasis web yang digunakan untuk manajemen kediklatan di Pusdiklat

·        E Nota Dinas
Sistem Infoeermasi untuk melakukan korespondesi nota dinas


Daftar Pustaka


Kamis, 05 Juni 2014

UTS kewirausahaan 2

Soal UTS Kewirausahaan
Nama Kelompok :
Amanda Dewi P (40212691 )
Anggani Narita W (40212898 )
Citra Widiyanti (41212633 )
Desi Nur Elista (41212890 )
Putri ( 45212751 )
Soal :
1.       Jelaskan Definisi kewirausahaan menurut ahli ekonomi , ahli manajemen , dan menurut pelaku usaha !
2.       Sebutkan factor – factor penyebab keberhasilan wirausaha !
3.       Sebutkan ciri dan watak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan !
4.       Sebutkan tahap-tahap melakukan wirausaha !
5.       Sebutkan kompetensi yang harus dimiliki wirausahawan !
6.       Sebutkan 8 anak tangga menuju puncak karir menurut Alma !
7.       Sebutkan 4 kegiatan marketing plan !
8.       Jelaskan yang dimaksud dengan AIDA + S !
Jawab:
1.       Menurut Ahli Ekonomi
Wirausaha adalah orang yang mengkombinasikan factor-faktor produksi seperti sumber daya alam,tenaga kerja,material,dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Menurut Ahli Manajemen
Wirausaha adalah seorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengkombinasikan sumber daya seperti keuangan,material,tenaga kerja,keteramilan untuk menghasilkan produk,proses produksi,bisnis dan organisasi usaha baru.
Menurut Pelaku Usaha
Wirausaha adalah orang yang menciptakan suatu bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidak pastian dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengenali peluang dan mengkombinasikan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang tersebut.
2.       - Work Hard ( kerja keras )
- work smart (kerja cerdas )
-enthusiasm ( kegairahan )
-service ( pelayanan )
3.       Ciri-ciri
a.       Percaya diri
b.      Berorientasikan tugas dan hasil
c.       Berani mengambil resiko
d.      Kepemimpinan
e.      Keorisinilan
f.        Berorientasi ke masa depan
g.       Jujur dan tekun
Watak
·         Memiliki sifat Keyakinan,kemandirian,individualitas,optimism
·         Memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan
·         Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan
·         Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras
4.       1.  Tahap memulai
Tahap dimana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan,diawali dengan melihat peluang usaha baru yang munngkin apakah membuka usaha baru,melakukan akuisisi,atau melakukaan “ franchising”.Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian,industry,atau jasa
2.       Tahap melaksanakan usaha
Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya,mencakup aspek-aspek :pembiayaan,SDM,kepemilikan,organisasi,kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan ,pemasaran,dan melakukan evaluasi.
3.       Tahap Mempertahankan Usaha
Tahap dimana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisi perkembangan yang dicapai untuk ditindak lanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
4.       Tahap Mengembangkan Usaha
Tahap dimana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mugkin diambil.
5.       Wirausahawan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan
Pengetahuan antara lain :
-          Technical competence
-          Marketing Competence
-          Financial Competence
-          Human Relation Competence
Keterampilan antara lain :
a.        Keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko
b.      Keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah
c.       Keterampilan dalam memimpin dan mengelola
d.      Keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi
e.      Keterampilan tehnik dalam bidang usaha yang dilakukan
6.     1.  Kerja keras
2. kerja sama dengan orang lain
3. Penampilan yang baik
4.Yakin
5.Pandai membuat keputusan
6.Mau menambah ilmu pengetahuan
7. Ambisi untuk maju
8. Pandai berkomunikasi
7.     -      Analisa situasi lingkungan dan peluang pasar
-          Mengembangkan sasaran pemasaran
-          Menetapkan strategi pemasaran
-          Menciptakan taktik atau tindakan
8.  Konsep AIDA + S dapat diartikan sebagai berikut :
A = Attention ( Perhatian )
I  = Interest ( Tertarik )
D=Desire ( Keinginan )
A= Action ( Tindakan )
S= Satisfaction ( Kepuasan )
Konsep ini berlaku bagi usaha yang kegiatannya menarik hati konsumen.

Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN
A. Hakikat dan Konsep Dasar Kewirusahaan
Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama.
Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18).
Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803).
Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Richard Cantillon (1775)
Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.
2. Jean Baptista Say (1816)
Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
3. Frank Knight (1921)
Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan
4. Joseph Schumpeter (1934)
Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahanperubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru.
Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk
(1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru,
(2) memperkenalkan metoda produksi baru,
(3) membuka pasar yang baru (new market),
(4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau
(5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.
5. Penrose (1963)
Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam system ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
6. Harvey Leibenstein (1968, 1979)
Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
7. Israel Kirzner (1979)
Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.Entrepreneurship Center at Miami University of OhioKewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.
8. Peter F. Drucker
Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.
9. Zimmerer
Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).
Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluangpeluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bias bersifat sementara atau kondisional.
Kesimpulan lain dari kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.
Istilah wirausaha muncul kemudian setelah dan sebagai padanan wiraswasta yang sejak awal sebagian orang masih kurang sreg dengan kata swasta. Persepsi tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entrepreneur. Perbedaannya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) pada wiraswasta dan pada usaha (bisnis) pada wirausaha. Istilah wirausaha kini makin banyak digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnisnya. Walaupun demikian mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada saat ini banyak pada bidang lapangan kerja, maka pendidikan wiraswasta mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya lebih ditonjolkan.
Sedikit perbedaan persepsi wirausaha dan wiraswasta harus dipahami, terutama oleh para pengajar agar arah dan tujuan pendidikan yang diberikan tidak salah. Jika yang diharapkan dari pendidikan yang diberikan adalah sosok atau individu yang lebih bermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasarn advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapi tantangan hidup dan kehidupan) maka pendidikan wiraswasta yang lebih tepat. Sebaliknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang, atau agar lebih memiliki kecerdasan finansial (FQ) maka yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha. Karena kedua aspek itu sama pentingnya, maka pendidikan yang diberikan sekarang lebih cenderung kedua aspek itu dengan menggunakan kata wirausaha. Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek financial maupun personal, sosial, dan profesional (Soesarsono, 2002 : 48)
B. Ciri dan Watak Wirausaha
Ø  Ciri-ciri dan watak kewirausahaan
1. Percaya diri Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimise
2. Berorientasi pada tugas dan hasil Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
3. Pengambilan resiko Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
4. Kepemimpinan Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik
5. Keorisinilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel
6. Berorientasi ke masa depan Pandanga ke depan, perspektif Dalam konteks bisnis, seorang entrepreneur membuka usaha baru (new ventures) yang menyebabkan munculnya produk baru arau ide tentang penyelenggaraan jasa-jasa.
Ø  Karakteristik tipikal entrepreneur (Schermerhorn Jr, 1999) :
1. Lokus pengendalian internal
2. Tingkat energi tinggi
3. Kebutuhan tinggi akan prestasi
4. Toleransi terhadap ambiguitas
5. Kepercayaan diri
6. Berorientasi pada action
Ø  Karakteristik Wirausahawan (Masykur W)
1. Keinginan untuk berprestasi
2. Keinginan untuk bertanggung jawab
3. Preferensi kepada resiko menengah
4. Persepsi kepada kemungkian berhasil
5. Rangsangan untuk umpan balik
6. Aktivitas Energik
7. Orientasi ke masa depan
8. Ketrampilan dalam pengorganisasian
9. Sikap terhadap uang
Ø  Wirausahawan yang berhasil mempunyai standar prestasi (n Ach) tinggi. Potensi kewirausahaan tersebut dapat dilihat sebagai berikut : (Masykur, Winardi)
1. Kemampuan inovatif
2. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
3. Keinginan untuk berprestasi
4. Kemampuan perencanaan realistis
5. Kepemimpinan berorientasi pada tujuan
6. Obyektivitas
7. Tanggung jawab pribadi
8. Kemampuan beradaptasi (Flexibility)
9. Kemampuan sebagai pengorganisator dan administrator
10. Tingkat komitmen tinggi (survival)
D. Jenis Kewirausahaan (Williamson, 1961)
1. Innovating Entrepreneurship
Bereksperimentasi secara agresif, trampil mempraktekkan transformasi-transformasi atraktif
2 Imitative Entrepreneurship
Meniru inovasi yang berhasil dari para Innovating Entrepreneur
3. Fabian Entrepreneurship
Sikap yang teramat berhati-hati dan sikap skeptikal tetapi yang segera melaksanakan peniruan-peniruan menjadi jelas sekali, apabila mereka tidak melakukan hal tersebut, mereka akan kehilangan posisi relatif pada industri yang bersangkutan.
4. Drone Entrepreneurship
Drone = malas. Penolakan untuk memanfaatkan peluang-peluang untuk melaksanakan perubahan-perubahan dalam rumus produksi sekalipun hal tersbut akan mengakibatkan mereka merugi diandingkan dengan produsen lain. Di banyak negara berkembang masih terdapat jenis entrepreneurship yang lain yang disebut sebagai Parasitic Entrepreneurship, dalam konteks ilmu ekonomi disebut sebagai Rent-seekers (pemburu rente). (Winardi, 1977)
E. Proses Kewirausahaan
Tahap-tahap Kewirausahaan Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha :
a) Tahap memulai
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri / manufaktur / produksi atau jasa.
b) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap "jalan"
Tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
c) Mempertahankan usaha
Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
d) Mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.
Secara ringkas, model proses kewirausahaan mencakup tahap-tahap berikut (Alma, 2007: 10 – 12) :
1. proses inovasi
2. proses pemicu
3. proses pelaksanaan
4. proses pertumbuhan
Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan, diketahui bahwa aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah :
a. mencari peluang usaha baru : lama usaha dilakukan, dan jenis usaha yang pernah dilakukan
b. pembiayaan : pendanaan – jumlah dan sumber-sumber dana
c. SDM : tenaga kerja yang dipergunakan
d. kepemilikan : peran-peran dalam pelaksanaan usaha
e. organisasi : pembagian kerja diantara tenaga kerja yang dimiliki
f. kepemimpinan : kejujuran, agama, tujuan jangka panjang, proses manajerial (POAC)
g. Pemasaran : lokasi dan tempat usaha
F. Faktor-faktor Motivasi Berwirausaha
Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir, 27 – 28)
a. Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut
b. Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
c. Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik disbanding sebelumnya.
d. Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
e. Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
f. Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
g. Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan.

h. Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada : para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas

Sabtu, 03 Mei 2014

UKM CURUG GENTONG

Anggota Kelompok: 2DA01
-         Amanda Dewi ( 40212691)
-         Anggani Narita (40212898)
-         Citra Widiyanti (41212633)
-         Desi Nur Elista (41212890)
-         Putri (45212751)
UKM Curug Gentong
Profil Perusahaan
Nama                                                 : UKM Curug Gentong
Berdiri                                                : Tahun 2003
Bidang Usaha                                   : Kerajinan
Badan Usaha                                    : Perorangan
Pendiri                                                : Hj. Rita Apriyanti
Kontak person untuk Internship: 021- 77824251
Alamat                                               : Komp. Samudera Indonesia blokA5 no. Rt 01/06 Kec. PancoranMas -Depok 16431Telp : 021- 77824251
Visi / Misi                                             : ”Pelajaran yang terbaik adalah rintangan yang dihadapi dalamtugas hidup dan kehidupanyang berhasil dilalui berkatadanya ketabahan, semangatdan ketelitian”
Motto Bisnis                                    : “Suatu usaha yang anda mulai,jangan dihentikan sebelum mendapatkan hasilnya”
 Modal Awal                                       : Rp 5 juta
Produk Utama                                 : Curug Gentong
Volume Produksi Tahunan          : ± 1000 pcs / tahunPemasaran : 100 % local
Omset                                                : Rp 7 juta s/d Rp15 juta perbulan
Legalitas yang dimiliki                   : SIUP, SKIRT, TDP, SITU
Data Karyawan                                : 6 orang
Achievement :
Produknya juara ke III Creativitas se Jawa Barat.Produk terbaik ke III program Cabe Rawit SCTV Piagam penghargaan dari UKM Center UI Piaga dari Kankop & UKM Depok Sertifikat Penghargaan sebagai UKM unggulan Depok
Sejarah Usaha dan Perkembangan Usaha
Ide pembuatan curug gentong didapat oleh ibu Ritta Aprianti ketika mendengarkan sebuah keluhan dari kerabatnya yang menginginkan adanya taman yang tidak permanen, yang bisa dibawa kemanapun,bahkan ketika pindah rumah. Pada saat itulah ibu Ritta Aprianti mendapatkan ide untuk membuat taman yang seperti yang diinginkan kerabatnya tersebut. Terlebih lagi ibu Ritta Aprianti dan suaminya juga merupakan seniman serta memiliki kecintaan terhadap alam, Ritta Aprianti dan suaminya Rery Enrico yang akrab dipanggil Rico mulai mencari cara agar pemandangan alam yang asri dapat dinikmati tanpa harus bepergian jauh. Mereka mulai dengan mengolah berbagai benda disekitar mereka untuk menciptakan hiasan rumah bernuansa alam. Pada pembuatannya ibu Ritta Aprianti menggunakan konsep dasar agar suaragemercik air yang di hasilkan dari produknya dapan memiliki suara yangsama seperti suara gemerik alam yang ada di pedesaan dan dipegunungan. Karena suara gemercik air tersebut dapat membuat hati kita menjadi tenang, sehingga akan menjadi kerajinan tangan yang unik dan  pertama di masyarakat. Pada awal eksperimen pembuatan curug gentong ini ibu Ritta Aprianti, menggunakan media kaleng biskuit. Tetapi setelah sekali dicoba,media kaleng biskuit itu dirasa kurang menarik, hingga akhirnya tercetuslah ide dengan media gentong. Awalnya, hanya kerabat dekat yang memesan,namun seiring berjalannya waktu berita tantang keberadaan curug gentong ini mulai menyebar sehingga banyak ada pesanan yang datang, melihat hal ini ibu Ritta Aprianti mulai serius menjual produknya secara professional. Sehingga akhirnya, di akhir tahun2003 Curug Gentong resmi terdaftar di Desperindag kota Depok sebagaiUKM. Pada tahun 2004, Curug Gentong mulai melibatkan diri di berbagai pameran dan mulai dikenal oleh masyarakat. Pada Agustus 2008, cabang pertama dibuka di Palembang. Beberapa kesepakatan dibuat, terutama masalah system, berapa tahun menjalin kerjasama, dan bagaimana pembagian profit.
 Permodalan
Dalam masalah permodalan UKM Curug Gentong dari awal usahaini didirikan hingga sekarang masih menggunakan modal sendiri. Padaawal usahanya, UKM Curug Gentong memilliki modal sebesar 5 juta.Namun dalam jangka waktu 1,5 tahun UKM Curug Gentong sudah memiliki modal sebesar 10 juta. Penggunaan modal sendiri ini dilakukan bukankarena Ibu Ritta tidak mendapat pinjaman dari bank, namun karenabanyaknya potongan biaya yang akan diterima. Oleh karena halter sebutlah maka banyak tawaran permodalan dari bank yang ditolak olehIbu Ritta. Selain dari bank, UKM Curug Gentong juga mendapat tawaran pinjaman dana bergulir yang disalurkan melalui koprasi dari Pemda kawasan Depok tempatnya tinggalnya sekarang. Namun ia juga engganmengajukan karena menurutnya persyaratan koperasi terlalu ribet. Selain itu, terdapat isu bahwa dana bergulir untuk UKM ternyata lebih banyakdiberikan kepada mereka yang dekat dengan staff koperasi. Untuk saat ini Ibu Ritta sebenarnya masih berharap untuk mendapatkan pinjaman dengan menjalin kemitraan dengan BUMN.
Pemasaran
Dalam masalah pemasaran UKM Curug Gentong dapat dikatakan  sangat sukses mengingat UKM Curug Gentong merupakan fist mover  bagi produk ini. Pada awal usahanya pemasaran hanya dilakukan terhadap para orang-orang terdekat, namun setelah mengikuti beberapa pameran dan ekspos dari beberapa media cetak serta media elektronik nasional maka permintaan datang dari berbagai pelosok Indonesiatermasuk dari wilayah Irian Jaya.
Untuk saat ini strategi pemasaran yang dilakukan oleh UKM CurugGentong tidak banyak berubah dari awal berdirinya yaitu melalui pameran-pemeran. UKM Curug Gentong tidak memasukkan produknya ke art shop  atau gallery yang banyak bertebaran di mana-mana. Bukannya tak adapermintaan untuk hal tersebut, namun menurut Bapak Rico karena produkyang dijualnya "bukan barang biasa". Sebab produk Curug Gentong perlu perawatan rutin agar tidak rusak. Misalnya, harus menambahkan air setiapdua pekan sekali atau membersihkannya sebulan sekali. Hal ini mungkintak dilakukan secara telaten oleh petugas toko tempat barang ini dititip.Bisa-bisa Curug Gentong jadi rusak. Hal tersebutlah yang menjadi dasarpemikiran kenapa tidak menitipkan di art shop  atau gallery , meski adapermintaan untuk itu. Karena belum memiliki gallery khusus di lokasistrategis, maka Bapak Rico membangun ruang pameran di rumahnyasendiri. Jika ada pembeli datang, bisa langsung memilih sesuai yangdiinginkan.Target pemasaran Curug Gentong adalah menengah ke atas.Karena produk ini merupakan kebutuhan tambahan yang manamasyarakat menengah ke bawah tidak terlalu membutuhkan, sedangkanmasyarakat menengah ke atas mampu membeli dengan adanya  kelebihan pendapatan setelah dikurangi kebutuhan pokok.
Produksi
Dalam kegiatan produksinya UKM Curug Gentong dari tahun ketahun mengalami perkembangan. Perkembangan tercepat terjadi padatahun 2004 dimana volume produksi mencapai 50-100 buah perbulan.Namun saat ini volume produksinya sudah mulai bekurang hinggamencapai rata-rata 40 buah perbulan. Peningkatan volume pemesananbiasanya terjadi setelah melakukan pameran yang mana peningkatan volume produksi bisa mencapai 30%.Untuk memenuhi pesanan tersebut dilakukan perekrutan empatkaryawan yang masing-masing menghasilkan enam curug gentong pertiga hari. Bisa dibayangkan berapa produksi curug gentong Bapak Ricoper tahunnya. Ini belum termasuk kalau ada pesanan maka ketiga anakmaupun istrinya pun ikut terlibat dalam pembuatan. Bapak Ricomengajarkan pembuatan curug gentong ini pada istri dan ketiga anaknya.Ketiga anaknya berperan aktif dalam kegiatan produksi sedangkan IbuRitta terlibat dalam kegiatan manajemennya.Bicara pengadaan material curug gentong, Rico mengatakan,sejauh ini tidak menemukan kendala yang berarti. Hal ini karena materialyang digunakan selain berasal dari dalam negeri juga mudahmendapatkannya. Materialnya antara lain batu karang, batu apung dansemen sedangkan gentongnya didapat dari Tangerang dan Serang.
Rencana Pengembangan
UKM Curug Gentong memiliki rencana pengembangan sebagai berikut:
1. Rencana pengembangan jangka pendeknya adalah terusmenemukan inovasi-inovasi dengan membuat kreasi terbaruyang sesuai dengan perubahan selera konsumen serta terusmemperluas pemasaran.
2. Rencana jangka menengahnya pemilik UKM Curug Gentong iniingin kreatifitas ini dapat menjadi peluang usaha baru bagi anakmuda, salah satu caranya dengan membuat pelatihan massal.
3. Rencana jangka panjangnya adalah ingin mempunyai showroom dan cabang di berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan Usaha UKM Curug Gentong
Aspek Pemasaran
Sebagaimana kita ketahui bahwa kegiatan pemasaran adalah berbeda dengan penjualan, transaksi ataupun perdagangan. Philip Kotler dalam bukunya
Marketing Management Analysis, Planning, and Control,mengartikan pemasaran sebagai suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkandengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya. Dalam laporan kali ini kami akan mencoba memaparkan tentang aspek pemasaran dari UKM Curug Gentong.Dalam analisis situasi pemasaran, setidak-tidaknya perlumemperhatikan 3 hal penting, yaitu analisis lingkungan umum, analisis perilaku konsumen, dan analisis perilaku pesaing. Dalam analisis lingkungan, tanggung jawab manajemen pemasaran adalahmengidentifikasikan perubahan signifikan dari lingkungan umum yang terkait dengan usaha, yaitu sedikitnya memantau enam kekuatan utama  lingkungan umum, yaitu:
1. Aspek demografi
 2. Aspek  ekonomi
3. Aspek alam
4. Aspek teknologi
5. Aspek politik dan hukum
6. Aspek sosial dan budaya
 Curug Gentong dalam melakukan pemasaran telah mengaplikasikan teori tersebut, yaitu dengan terus meng-update  perkembangan berita yang berhubungan dengan bisnisnya, misalnya dengan mengikuti perkembangan kondisi ekonomi secara global dan memahami aspek demografi konsumennya. Engel, Blackwell, dan Miniard mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat untuk mendapatkan,mengonsumsi, serta menghabiskan barang dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini. Terdapat tiga aspek utama yang berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan konsumen, yaitu :1. Aspek lingkungan, misalnya dipengaruhi lima faktor, yaitu : budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga, dan situasi.
2. Aspek perbedaaan individu, yaitu sumber daya konsumen,motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap dan kepribadian, gaya hidup dan demografi
3. Proses psikologi, yaitu dimulai dengan pengolahan informasi manusia, pembelajaran konsumen, perubahan sikap yang semuanya merupakan tujuan utama dari penelitian konsumen..
Analisis dan evaluasi terhadap persaingan akan membantu manajemen memutuskan di mana akan bersaing dan bagaimana menentukan posisi menghadapi pesaingnya pada setiap pasar sasaran.Untuk itu, sebuah usaha harus mengidentifikasi pesaing yang terdiri dari,identifikasi strategi pesaing, tujuan dan sasaran pesaing, kekuatan dan kelemahan pesaing, pola reaksi pesaing.a. Cakupan pasar produkCurug Gentong merupakan miniatur taman lengkap dengan airyang mengalir dalam sebuah gentong. Nama curug diambil dari bahasa
Sunda yang berarti "air terjun". Produk ini merupakan yang pertama di
tanah air, maka jangan heran jika banyak diminati.Peminatnya tidak hanyadalam kota sekitar Jabodetabek saja, tetapi ada juga yang datang dari luarkota. Umumnya yang pertama membuat orang terkesan adalah suar agemericik air, kemudian reliefnya dan miniatur panorama alamnya. Mendengar dan menatap pemandangan miniature yang beraneka ragam tersebut seakan orang yang memandangnya dibawa ke suatu alam pedesaan yang damai, dan sudah tentu membuat jiwa tenang. Agar kelihatan menarik dan lebih hidup, biasanya dilengkapi dengan lampu  warna-warni. Berdasarkan deskripsi dari Curug Gentong tersebut maka  cakupan pasar yang kiranya dimiliki oleh UKM Curug Gentong adalah orang-orang yang senang menikmati ketenangan alam khususnya suara gemericik air.Tiap bulan miniatur air terjun yang diproduksi sekitar 50 hingga 200buah, tergantung pemesanan dari pelanggan. Pada tahun 2005, pasaran sempat naik. Hal ini dipicu oleh banyaknya yang meliput, di sini yang meliput adalan koran Republika. Pada pertengahan 2006, pasaran turun,salah satu akibatnya adalah kenaikan BBM. Kemudian, pasaran naik lagi hingga saat ini, ketika mulai diliput oleh Cabe Rawit, sebuah acara televisi
1.                   Cakupan pasar
 Produk Curug Gentong merupakan miniatur taman lengkap dengan air yang mengalir dalam sebuah gentong. Nama curug diambil dari bahasa
Sunda yang berarti „air terjun‟. Produk ini merupakan yang pertama di
tanah air, maka jangan heran jika banyak diminati. Peminatnya tidak hanyadalam kota sekitar Jabodetabek saja, tetapi ada juga yang datang dari luarkota. Umumnya yang pertama membuat orang terkesan adalah suara gemericik air, kemudian reliefnya dan miniatur panorama alamnya.Mendengar dan menatap pemandangan miniature yang beraneka ragam tersebut seakan orang yang memandangnya dibawa ke suatu alam pedesaan yang damai, dan sudah tentu membuat jiwa tenang. Agar kelihatan menarik dan lebih hidup, biasanya dilengkapi dengan lampu warna-warni. Berdasarkan deskripsi dari Curug Gentong tersebut maka cakupan pasar yang kiranya dimiliki oleh UKM Curug Gentong adalah orang-orang yang senang menikmati ketenangan alam khususnya suara gemercik air.
Tiap bulan miniatur air terjun yang diproduksi sekitar 50 hingga 200buah, tergantung pemesanan dari pelanggan. Pada tahun 2005, pasaran sempat naik. Hal ini dipicu oleh banyaknya yang meliput, di sini yang  meliput adalan koran Republika. Pada pertengahan 2006, pasaran turun,salah satu akibatnya adalah kenaikan BBM. Kemudian, pasaran naik lagihingga saat ini, ketika mulai diliput oleh Cabe Rawit, sebuah acara televise.di salah satu stasiun TV swasta, bahkan hingga menerima   55  telepon langsung dari seluruh penjuru Indonesia ketika acara tersebut disiarkan. Peningkatan volume pemesanan biasanya terjadi sehabis melakukan pameran, yang mana peningkatan volume produksi bisa mencapai 30%. Saat ini dimana UKM Curug Gentong tengah mengadakan ekspansi bisnis di daerah lampung volume produksinya meningkat pesat hingga mencapailebih dari 100 buah per bulannya. Terkait tentang penyediaan produk UKM Curug Gentong melakukan produksi ketika ada pesanan dan hanya memproduksi dalam jumlah kecil produk secara tetap tiap bulannya. Produk ini sudah merambah ke berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya pelanggan dari pulau Jawa saja yang memesan produk miniatur air terjun ini, tetapi juga dari daerah-daerah Palembang, Kalimantan, bahkanIrian Jaya dan daerah-daerah di pulau selain pulau Jawa. Karena itu, UKM  Curug Gentong membuka cabang di Palembang dan berencana untuk membuka cabang-cabang lain di seluruh Indonesia. Jika ditinjau sebenarnya UKM Curug Gentong mampu merambah semua cakupan pasar yang ada di masyarakat Indonesia karena harga yang ditawarkan relative terjangkau.
2.                 Promosi
Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikaninformasi pada pasar tentang produk/jasa yang dijual, tempat dan saatnya. Ada beberapa cara menyebarkan informasi ini, antara lain periklanan (advertising), penjualan pribadi (Personal Selling),Promosi  penjualan (Sales Promotion) dan Publisitas (Publicity). Periklanan (Advertising) merupakan alat utama bagi pengusaha  untuk mempengaruhi konsumennya. Periklanan ini dapat dilakukan oleh pengusaha lewat surat kabar, radio, majalah,bioskop,televisi, atau pun dalam bentuk poster-poster yang dipasang dipinggir jalan atau tempat-tempat yang strategis.
Berikut ini merupakan Market Share UKM Curug Gentong padapenjualan
Sub Sector Furniture danManufacturing n.e.c Indonesia ditahun 2005.
Gambar 4.2 Market Share UKM Curug Gentong Pada PenjualanSub Sector Furniture  Dan Manufacturing N.E.C Indonesia Di Tahun 2005.
Data di atas memperlihatkan bahwa UKM Curug Gentong memiliki
market share yang cukup besar, yaitu sekitar 1% dari seluruh total pasar yang ada dari sub sector furniture and manufacturing n.e.c .
Data ini merupakan hasil komparasi data yang ada di BPS dan data penjualan UKM Curug Gentong pada tahun 2005.
1.               Target market
Sebelum membahas tentang target market dari UKM CurugGentong ini ada baiknya kita mengetahui secara umum tentang apasebenarnya target market itu. Selama ini terlihat gejala semakin banyakperusahaan memilih target market yang akan dituju, keadaan inidikarenakan mereka menyadari bahwa pada dasarnya mereka tidak dapatmelayani seluruh pelanggan dalam pasar tersebut. Karena terlalu banyaknya pelanggan, sangat berpencar dan tersebar serta bervariatif dalam tuntutan kebutuhan dan keinginannya sehingga tidak mungkin untuk mendapatkan semua pelanggan tersebut. Dalam menerapkan pasar sasaran, terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yaitu :
Segmentasi pasar
Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar(segmen pasar) yang bersifat homogen. Berdasarkan definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan tetapi pada kenyataannya adalah heterogen. Pada dasarnya segmentasi pasar adalah suatu strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang orientasinya adalah konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumberdaya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif danefisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen. Adapun segmentasi pasar dari UKM Curug Gentong adalah masyarakat yang menyukai suasana alam, hal ini sesuai dengan keunggulan dari produkUKM Curug Gentong yang menonjolkan suara gemercik airnya yang membuat hati menjadi tenang. Jika ditinjau dari segmentasi pasar secara umum, maka segmentasi pasar dari UKM Curug Gentong yaitu darisegmentasi atas dasar Geografis, UKM Curug Gentong hanya melakukanpenjualan untuk wilayah dalam negeri saja. Yang mana pemasaranproduk dari UKM Curug Gentong sudah merambah ke pulau Sumatra Kalimantan dan Irian jaya. Sedangkan atas dasar Demografis, UKM Curug Gentong memiliki segmentasi pasar untuk masyarakat mulai dari kalangan menengah kebawah hingga kalangan atas, mengingat harga yang ditawarkan relative murah yaitu berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 4 juta. Dan atas dasar psychografis ,UKM Curug Gentong memilikisegmentasi pasar bagi para pencinta keindahan alam serta orang-orangyang senang mendengarkan suara gemercik air serta kalangan yang menginginkan landscape yang bisa dipindah-pindahkan untuk kalangan yang sering berpindah-pindah rumah
Analisa Bisnis Curug Gentong (per 50 gentong/perbulan)
Catatan : Laba kotor  ini  hanya didapat dari penjualan, tidak termasuk pemesanan  produk. Harga  per gentong diambil dari harga yang  paling  rendah yaitu Rp300 ribu.
UKM Curug Gentong menentukan harga dari produknya dengan melihat bahan baku, biaya produksi, distribusi dan pemasaran. UKM initidak melihat pasar berdasarkan lapisan masyarakat dalam menentukan harga. Tergantung total keseluruhan biaya yang dipakai untuk menghasilkan satu miniatur air terjun, bukan dilihat dari sasaran kalangannya. Jika berdasar pada kebutuhan pemesanan akan lebih mahal, sedangkan jika menjadi produk biasa yang dijual, bukan dalam bentu pesanan orang, maka harganya akan lebih murah. Harga miniatur air terjun ini berkisar antara 300.000 sampai 800.000 rupiah untuk hargastandarnya, tetapi untuk masyarakat menegah ke bawah yang ingin memiliki produk ini, Curug Gentong dapat memberikan miniatur air terjun ini seharga 250.000 rupiah.Adapun sistem pembayaran yang diterapkan oleh UKM Curug Gentong adalah cash dan transfer melalui bank. Hal ini dilakukan sebab sistem temporer dan kredit dirasa terlalu beresiko untuk usaha barang kerajinan seperti ini. Dalam pembayarannya, proses pembayaran dilakukan ketika barang diterima oleh costumer namun jika costumer berada diluar wilayah Jabotabek maka pembayaran dilakukan dengan mentrasfer uang pembelian setengah dari total, kemudian setengahnya lagi di transfer ketika barang telah sampai ditangan.
 Competitor
Pada saat sekarang ini maupun saat kedepan, strategi pemasaranyang diterapkan oleh suatu perusahaan harus disesuaikan tidak hanya pada sasaran konsumen semata, tetapi juga pada para pesaing yangmengincar pasar sasaran konsumen yang sama. Perusahaan sebelum menetapkan dan menjalankan strateginya hendaklah terlebih dahulu malakukan analisa SWOT
(Strength, Weakness, Opportunity and Treath)
 yaitu melihat dan menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimilikinya sendiri dan juga yang dimiliki oleh para pesaingnya. Sehingga dapat menentukan posisinya dalam bisnis tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan selama ini UKM Curug Gentong berada sebagai
Market Leader.UKM Curug Gentong termasuk dalam posisi market leader sebab telah menguasai lebih dari 40% pasar yaitu hamper mencapai 90% pasar. Hal ini dapat terjadi karena saat ini UKM Curug Gentong belum memiliki real competitor dalam pasar karena UKM  yang memiliki jenis produk yang memiliki ciri khas yang sama dengan UKMCurug Gentong saat ini hanya UKM Panorama Aer, yang mana UKM Panorama Aer sendiri merupakan kemitraan dari pada UKM Curug Gentong. Adapun market share dari usaha miniatur air terjun adapt dilihatpada gambar 4.4. Data pada gambar 4.4 merupakan data komparasi antara hasil penjualan UKM Curug Gentong pada tahun 2007 dan hasil penjualan UKM Panorama Aer pada tahun 2007 serta estimasi penjualan
UKM lainnya oleh Ibu Ritta dan Bapak Effendi ( Pemilik UKM Panorama )
Andai  suatu saat akan  muncul real competitor untuk UKM Curug Gentong, maka UKM Curug Gentong sendiri sudah memilki
barrier untuk menghadapinya yaitu dengan selalu melakukan inovasi-inovasi tiap saatsehingga keunikan produk akan terus berkembang. Selain itu produk Curug Gentong ini sendiri telah mendapatkan hak paten sehingga akan mencegah tumbuhnya competitor-competitor baru. Dan juga saat ini masyarakat luas, berkat bantuan dari media massa, telah mendapat image bahwa Curung Gentong yang memiliki suara gemercik air hanyaada di UKM Curug Gentong, hal tersebut akan membuat brand imange  yang kuat pada masyarakat.
Pemasaran Curug Gentong sejauh ini cukup berjalan baik,walaupun sebenarnya Curug Gentong tidak terlalu memperhatikan aspek tersebut dalam mengembangkan usahanya. Curug Gentong lebih memusatkan perhatiannya pada kegiatan produksi dibanding pemasaran. Curug Gentong cenderung santai dalam mempromosikan produknya karena biasanya Curug  Gentong tidak melakukan usaha pemasaran yang berarti. Misalnya, dari sisi periklanan, Curug Gentong memang banyak mengiklankan produknya di berbagai media massa seperti Koran, tabloid, televisi, dan sebagainya, namun bukan Curug Gentong yang mengeluarkan biaya untuk pemasangan iklan, justru media-media tersebut yang meminta Curug Gentong untuk mengiklankan produknya di media mereka. Dari sisi efisiensinya, Curug Gentong lebih menekankan pemasaran dari mulut ke mulut dibanding strategi pemasaran lainnya,yang memakan biaya cukup banyak namun tidak terlalu berdampak besardalam meningkatkan penjualan.
Pemasaran paling berperan yaitu pada tahun 2005, di saat Curug Gentong mulai mengikutkan produknya di berbagai pameran dan masukke media cetak dan televisi akibat permintaan media massa tersebut. Ditahun 2005, penjualan meningkat drastis dari tahun-tahun sebelumnya.Pada tahun 2006, pemasaran berkurang, sehingga margin tingkat penjualan menurun dari margin tingkat penjualan tahun 2004 ke 2005,  namun penjualan secara keseluruhan meningkat. Pada tahun 2007,penjualan makin meningkat dikarenakan nama Curug Gentong yang sudah mulai dikenal di masyarakat luas di seluruh Indonesia sebagai penghasil miniatur air terjun dengan media gentong. Penigkatan penjualan  adalah hasil dari pemasaran melalui mulut ke mulut.